Recent Tube

Wisata

Berita Ekonomi

Favourite

Event

Culture

Gallery

Perang Hunain Adalah Kemenangan Besar Kaum Muslimin






Perang Hunain adalah perang yang terjadi antara nabi Muhammad SAW dan para sahabat dan kaum muslimin melawan kaum Badui dari suku Hawazin dan Tsaqif pada tahun 630 M atau 8 H di suatu jalan dari Mekah ke Thaif.
Dalam perang Hunain tersebut kaum muslimin selain menang besar juga mendapatkan ghanimah (harta rampasan perang). Perang Hunain tersebut juga merupakan salah satu pertempuran yang terdapat di dalam Al-Qur’an, yaitu surah At-Taubah: 25-26.
Ketika itu kaum muslimin hendak mengepung Makkah. Rencana tersebut diketahui oleh suku Hawazin dan para sekutunya dari suku Tsaqif. Mereka menyiapkan pasukan dan ingin menyerang pasukan muslimin.
Namun penaklukan Makkah berjalan dengan cepat dan damai. Dan nabi Muhammad SAW memerintahkan kaum muslimin untuk bergerak menuju Hawazin dengan kekuatan 12.000 orang yang terdiri dari 10.000 kaum muslimin dan ditambah 2.000 orang Quraisy yang baru masuk Islam.

Akan tetapi penaklukan Makkah sudah terjadi sekitar dua minggu. Dan berita tentang penyerangan oleh kaum Hawazin terhadap kaum Muslimin baru terdegar. Sehingga kaum muslimin bersiap-siap untuk menghadapi kaum Hawazin.
Ketika pasukan muslimin bergerak menuju daerah Hawazin, kaum Badui menyergap dan menyerang kaum muslimin di lembah sempit yang bernama Hunain. Penyergapan dan peyerangan tersebut mengejutkan kaum muslimin.
Dengan terjadinya peristiwa tersebut, pasukan muslimin mulai mundur dalam keadaan kocar-kacir. Terutama pasukan dari Quraisy yang baru masuk islam, bukannya membantu malah mengatain Rasulullah SAW dan pasukan muslimin yang masih bertahan.
Ketika dalam keadaan kritis, sepupu Rasulullah SAW Ali bin Abi Thalib dan pamannya Abbas berteriak dan meyeru mengumpulkan pasukan muslimin yang kocar-kacir. Akhirnya pasukan muslimin bisa bersatu dan bertahan. Keadaan membalik kepada pihak kaum muslimin.
Rasulullah SAW menyeru untuk serangan secara umum dan memukul mundur pasukan kaum Badui. Pasukan musuh melarikan diri dalam dua kelompok. Rasulullah SAW memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerang kembali.
Pasukan musuh yang melarikan diri menjadi kelompok tersebut menuju ke Authas yang salah satunya ada Malik bin Auf an-Nasri, dan kelompok yang lainnya menuju Nakhla. Yang tadinya kaum muslimin hampir kalah, akhirnya bisa menang.
Dalam perang Hunain tersebut selain menang, pasukan muslimin juga mendapatkan ghanimah atau harta rampasan perang. Hasil dari ghanimah tersebut jumlahnya cukup besar. Dan kemenangan tersebut karena mengikuti perintah pemimpin.
(satujam.com)

Banyak Pelajaran Yang Di Dapat Dari Peristiwa Perang Karbala





Sejarah berdirinya dan kejayaan Islam tidak terlepas dengan berbagai konflik bahkan peperangan besar juga menyertainya,salah satunya Perang Karbala, ,terjadi pada tanggal 10 Muharram, tahun ke-61 yang bertepatan dengan 9 atau 10 Oktober 680 di Karbala, yang saat ini terletak di Irak. Pertempuran ini terjadi antara pendukung dan keluarga dari cucu Nabi, Husain bin Ali dengan bala tentara pasukan yang dikirim oleh Yazid bin Muawiyah, yang pada saat itu menjabat sebagai Khalifah Bani Umayyah.
Dari pihak Husain terdiri dari anggota-anggota terhormat keluarga dekat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, sekitar 128 orang. Husain dan beberapa anggota juga diikuti oleh beberapa wanita dan anak-anak dari keluarganya. Di pihak lain, pasukan bersenjata Yazid I yang dipimpin oleh Umar bin Sa’ad berjumlah 4.000-10.000.
Pertempuran ini kemudian diperingati setiap tahunnya selama 10 hari yang dilaksanakan pada bulan Muharram oleh kaum Syi’ah seperti halnya segolongan kaum Sunni, di mana puncaknya pada hari kesepuluh, atau hari ‘Asyura.

Peringatan hari asyura yang sering umat muslim lakukan terutama umat muslim yang ada di Indonesia, merupakan sebuah kegiatan untuk memperingati peristiwa besar dan penting. Yaitu peristiwa Karbala yang mana pada peristiwa besar itu melibatkan tokoh-tokoh besar dan penting dalam Islam. Mereka adalah keluarga Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang selalu disebut sebagai Ahlul Bait.
Pada peristiwa tersebut mengandung banyak sekali pelajaran-pelajaran berharga yang bermanfaat dan dapat dijadikan contoh teladan bagi kehidupan umat di bumi ini. Peristiwa besar yang selalu diperingati pada bulan Muharram tepatnya pada hari kesepuluh yang merupakan puncak dari peristiwa Karbala.
Dapat kita ketahui kebangkitan ‘Asyura memiliki dampak-dampak keagamaan, individual dan sosial, serta memiliki ciri-ciri khusus dan pelajaran yang tidak ada dalam peristiwa-peristiwa lain. Di antara ciri-ciri dan pelajaran tersebut ialah:
  1. Menyatunya antara haq dan hakekat dalam bentuknya yang abadi dan agung.
  2. Dapat diartikan bahwa kebangkitan Imam Husein beserta sejumlah keluarga dan pengikutnya, membuktikan bahwa kebenaran dan hakekat masih hidup serta siap bertahan sampai titik darah penghabisan dengan segala bentuk pengorbanannya di hadapan kebatilan dan kezaliman.
  3. Dalam tragedi Karbala ini, kezaliman yang sangat keji dan kesesatan yang sedemikian parahnya, dapat disaksikan dengan jelas dan nyata.
  4. Peristiwa Karbala, menjadi simbol teriakan kaum tertindas di sepanjang zaman.
  5. Sisi kebenaran dan sisi kebatilan menemukan bentuknya yang sangat jelas dan utuh dalam tragedi ini sehingga setiap orang dapat membedakannya dengan mudah, mana yang benar dan mana yang batil.
  6. Nilai-nilai yang dapat diambil sebagai pelajaran dari tragedi asyura tidak terbatas pada tempat dan masa tertentu. Tetapi nilai-nilai tersebut juga bersifat universal.
Mudah-mudahan kita semua menjadi orang yang cinta kepada para Ahlul Bait dan para sahabat Nabi. Wallahu a’lam bi al-showab.

(satujam.com)

Abdul Muthallib Kakeknya Rasulullah Dan Tahun Gajah




Kisah ini akan membuat kita memahami bagaimana kondisi saat tahun kelahiran Rasulullah, yakni tahun gajah. Setelah penduduk Nasrani di Yaman dibakar hidup-hidup oleh rajanya, ada satu orang yang selamat. Orang ini berpergian untuk menemui kaisar Romawi.
Ia menemui kaisar Romawi karena ia beragama Kristen. Orang-orang ini berasal dari aliran Kristen yang berbeda. Saat itu bangsa Romawi sudah mengadopsi trinitas dan ketuhanan Isa as.
Orang yang selamat ini menceritakan apa yang telah ia alami dan meminta pertolongan. Kaisar Romawi berkata, “Kami berada terlalu jauh dari Yaman. Yang bisa  saya lakukan adalah mengirimkan pesan ke Najasyi raja Habsyi. Ia akan menolongmu.” Raja Najasyi dari Habsyi (Ethiopia) juga beragama Kristen.

Strategi curang Dhu Nawas

Najasyi mengirimkan pasukan yang dipimpin oleh Jenderal Aryat. Pasukan Aryat menyerang Yaman dan bertarung dengan Dhu Nawas. Saat Dhu Nawas mengalami kekalahan, ia bunuh diri dengan menenggelamkan diri ke Laut Merah.
Setelah kemenangan itu Habsyi menguasai Yaman. Ini mereka lakukan untuk membalas dendam umat Kristiani yang dibunuh oleh orang-orang Yahudi Yaman. Aryat menguasai Yaman untuk beberapa lama. Hingga salah satu jenderalnya memberontak dan orang Habsyi di Yaman kini terbagi 2 faksi, kelompok pendukung Aryat dan kelompok lain dipimpin oleh Abrahah.
Aryat berkata pada Abrahah, “Jika kita saling bertempur, penduduk asli Yaman akan mengambil alih kekuasaan. Bagaimana kalau kita bertarung satu lawan satu?” Abrahah membuat perjanjian rahasia dengan pengawalnya. Jika mereka melihat Abrahah kalah, mereka akan ikut membantu.
Aryat ini perawakannya tinggi sementara Abrahah pendek dan gemuk. Ada orang-orang di sekeliling mereka saat keduanya bertarung. Aryat berhasil menebas Abrahah hingga hidungnya terpotong. Saat itulah pengawal Abrahah datang dan membunuh Aryat.

Kisah di balik sejarah tahun Gajah, tahun kelahiran Muhammad

Sekarang Abrahah mengambil alih kekuasaan sebagai pemimpin Yaman. Abrahah ingin mengubah agama penduduk dan memaksa mereka menganut agama Kristen. Selain itu karena orang-orang Arab sangat terikat dengan Kabah, ia memutuskan untuk membuat tandingan Kabah di Yaman.
Abrahah membangun katedral besar yang disebut Al-Qullais. Bangunan ini digambarkan sebagai karya seni yang mengagumkan. Katedral ini didesain untuk mengalahkan Kabah. Seorang pria tidak suka katedral ini. Ia masuk ke Qullais lalu buang air besar. Kotorannya ini ia sebarkan di dinding katedral lalu melarikan diri.
Abrahah marah besar. Ia memutuskan kalau ia harus menghancurkan Kabah. Abrahah membawa satu pasukan besar dan berangkat ke Mekkah. Di perjalanan ada beberapa pemberontakan dari pasukannya. Salah satu pemimpin kabilah bernama Nufail melawan. Namun ia berhasil dikalahkan dan ditangkap  sebagai tawanan perang.
Saat Abrahah mencapai Thaif. Penduduk Thaif membantu Abrahah dan salah satunya menawarkan diri untuk menjadi penunjuk arah. Orang ini bernama Abu Raghadi.
Abu Raghadi berangkat bersama pasukan Abrahah namun beberapa saat setelah meninggalkan Thaif, ia meninggal. Orang-orang Arab sangat kesal pada Aryat. Mereka membangun tugu untuk memperingati kematiannya. Tugu itu mereka lempari batu karena pengkhianatan Aryat.
Abrahah akhirnya tiba di perbatasan kota Mekkah. Ada beberapa penggembala dengan unta-untanya di sana. Abrahah merampas unta-unta mereka. Unta-unta ini ternyata milik kakek Rasulullah saw, Abdul Muttallib.
Abdul Muttallib pergi menemui Abrahah. Abdul Muttallib ternyata sahabat Nufail, yang ditangkap sebagai tawanan perang. Selama perjalanan menuju Mekkah, Nufail menjadi  bersahabat dengan Unais, salah satu orang penting di prajurit Abrahah. Unais adalah pengendara gajah.
Abdul Muttallib menemui Nufail dan mengatakan kalau ia ingin bertemu Abrahah. Nufail berkata kalau ia akan mengatur waktu bertemu lewat temannya Unais. Pertemuan dnegan Abrahah pun berhasil dibuat oleh Unais, Abrahah menyambut Abdul Muttallib.
Abrahah datang. Ia dikenal sebagai orang dengan perawakan yang kuat. Orang-orang akan terkagum-kagum hanya dengan melihatnya. Saat Abdul Muttallib masuk, Abrahah menaruh hormat padanya walau mereka belum sempat berbicara.
Biasanya saat orang-orang menemui Abrahah, ia akan duduk di singgasananya sementara orang-orang akan duduk di bawah kakinya. Saat Abrahah melihat Abdul Muttallib, ia merasa tidak nyaman melihat Abdul Muttallib duduk di bawah kakinya. Namun ia juga tidak mau Abdul Muttallib duduk di atas singgasananya. Abrahah pun turun dari singgasananya dan duduk di lantai bersama Abdul Muttallib. Abrahah meminta penerjemah untuk menanyakan keinginan Abdul Muttallib.
Tanpa basa-basi, Abdul Muttallib berkata  pada penerjemah, “Abrahah telah merampas 200 unta milikku. Saya ingin unta-unta itu dikembalikan.” Abrahah membalas, “Saat melihatmu, saya merasa penuh hormat. Namun kini rasa  hormat itu lenyap. Saya datang untuk menghancurkan kehormatanmu dan juga kehormatan nenek moyangmu. Saya datang untuk menghancurkan kehidupanmu. Saya datang untuk menghancurkan Kabah. Dan kau hanya memintaku untuk mengembalikan unta?”
“Saya adalah pemilik unta. Saya bertanggung jawab atas unta-unta itu. Sementara rumah ini milik Allah. Allah akan melindunginya,” jawab Abdul Muttallib. Abrahah pun memerintahkan pasukannya untuk mengembalikan unta-unta Abdul Muttallib.
Saat kembali ke Mekkah, Abdul Muttallib mengumumkan, “Jangan berperang, keluarlah dari Mekkah.” Abdul Muttallib memberi instruksi yang sangat jelas. Mereka semua pergi ke atas gunung. Abdul Muttallib menjadi orang terakhir yang meninggalkan Mekkah. Sebelum berangkat ia menggantungkan kain Kabah di pegangan pintu Kabah. Ia berdoa supaya Allah melindungi rumah ini lalu pergi.
Abrahah memerintahkan pasukannya untuk maju. Namun gajah menolak untuk maju. Saat mereka memalingkan gajah ke arah yang berlawanan dari Mekkah, gajah mau berlari. Namun ketika menghadap  Mekkah, gajah hanya duduk  diam. Inilah keajaiban yang Allah turunkan.
Namun ada satu riwayat yang mengisahkan kalau Unais berhasil melepaskan rantai gajah lalu berbicara di telinga gajah, “Ini adalah rumah Allah, jangan serang.” Lalu Unais melarikan diri. Apa pun penyebabnya, gajah menolak untuk bergerak.
Mereka mulai menyiksa gajah, menusuk-nusuknya dengan  tombak. Walau berdarah, gajah tetap tak mau bergerak. Pasukan Abrahah pun memutuskan untuk berperang tanpa bantuan gajah. Namun saat mereka mulai bergerak, Allah swt mengirimkan pasukan-Nya.
Makhluk apa pun bisa menjadi pasukan Allah, baik itu air, angin, maupun binatang-binatang. Allah mengirimkan pasukan burung. Tiap burung membawa misil yang dihujankan ke pasukan Abrahah dan menghancurkan mereka. Kejadian ini Allah catat dalam Surat Al-Fil.
Kejadian ini berlangsung pada tahun Rasulullah saw dilahirkan. Rasulullah saw dilahirkan pada tahun gajah.(satujam.com)

Kisah Peperangan Khaibar






Perang Khaibar adalah salah satu dari peperangan kaum muslimin yang terjadi dimasa Rasullah SAW.Yang mana pada mulanya kaum Yahudi dan kaum muslimin hidup berdampingan secara damai di Kota Madinah. Tetapi karena kaum Yahudi banyak melakukan pelanggaran terhadap janji yang sudah disepakati, maka Nabi Muhammad SAW mengusir mereka untuk keluar dari Madinah.
Setelah diusir oleh Nabi Muhammad SAW, kaum Yahudi menempati daerah Khaibar yang jaraknya sekitar 150 Km dari Kota Madinah atau sekitar 3 hari perjalanan darat.
Kaum Yahudi yang memiliki dendam terhadap kaum muslimin terus menyusun strategi untuk melakukan pembalasan. Secara kuantitas jumlah mereka sedikit, tetapi kaum Yahudi sangat cerdik dalam menyusun strategi perang.
Mereka membentuk benteng-benteng yang berlapis dan kokoh, bahkan sekelas pasukan Romawi pun tidak sanggup menembus benteng-benteng Khaibar.
Pada tahun ketujuh hijriah, Nabi Muhammad SAW dan pasukan kaum muslimin yang berjumlah 1400 berangkat menuju Khaibar. Pasukan kaum muslimin sudah tiba sebelum waktu subuh dan membuat orang-orang Yahudi terkejut.
Awalnya Abu Bakar dan Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhum memegang komando pasukan dan memegang bendera perang. Tapi mereka belum berhasil menembus benteng pertahanan Khaibar.
Esoknya Rasulullah SAW menyerahkan komando dan bendera perang kepada Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu. Di bawah komdando Ali bin Abi Thalib, pasukan kaum muslimin berhasil menembus satu demi satu benteng pertahanan kaum Yahudi.
Peperangan Khaibar dimenangkan oleh umat islam di bawah komando Ali bin Abi Thalib. Jumlah pasukan yang syahid dari kalangan umat islam sekitar belasan orang sedangkan jumlah pasukan yang meninggal dari kalangan umat Yahudi mencapai puluhan orang.
Ternyata tidak sampai di sini saja perlakuan umat Yahudi terhadap kaum muslimin, meskipun mereka sudah kalah di Perang Khaibar, tetapi umat Yahudi kembali menyusun strategi untuk melumpuhkan umat islam.
Salah seorang wanita Yahudi berniat membunuh Nabi Muhammad SAW dengan cara menyuguhkan hadiah berupa daging yang sudah dicampuri racun kepada Nabi Muhammad SAW dan para sahabat beliau.
Tatkala Nabi Muhammad SAW memakannya, daging tersebut berkata kepada Nabi SAW bahwa ia sudah dicampur dengan racun. Seketika itu Nabi Muhammad langsung memuntahkannya kembali.
Sedangkan sahabat Nabi yang bernama Bisri bin Baru radhiallahu ‘anhu meninggal dunia pada waktu itu setelah memakan daging tersebut. Akhirnya Nabi Muhammad SAW memerintahkan untuk mencari wanita itu untuk dibunuh sebagai qishosh. 
(satujam.com)

Manfaat Positip Dari Tata Cara Makan Rasulullah





Makan adalah satu kegiatan yang dibutuhkan oleh tubuh untuk energi itu ternyata bukan perkara yang sepele lho. Awal mula penyakit itu dari apa yang kita makan. Jangan sampai kita sakit karena makanan yang kita makan. Nah, ngomong-ngomong soal makan nih, dalam Islam ada contoh buat kita perihal makan ini. Makan itu ada tata caranya, ada seninya kalau kata orang gaul mah.

Baca Basmalah Sebelum Makan

Sebelum makan kita diperintahkan buat baca doa terlebih dahulu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia membaca ‘Bismillah’ (dengan menyebut nama Allah). Jika ia lupa membacanya sebelum makan maka ucapkanlah ‘Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi’ (dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhir -aku makan-)” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Baca basmalah ini ada faedahnya lho, biar setan nggak ikut makan sama kita. Masak kamu mau makan barengan sama setan? Pasti nggak mau kan?

Cuci Tangan Sebelum Makan

Cuci tangan sebelum makan kayaknya udah diajarin sama orang tua kita waktu kecil deh. Walaupun Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam nggak mencontohkan cuci tangan ini, tapi para salaf (generasi terdahulu yang shalih) melakukannya lho. Cuci tangan sebelum makan itu bisa menjaga kesehatan kita dari penyakit.

Memakan Makanan Halal

Ini nih yang jelas kalau kamu itu umat Islam. Makanan yang kamu makan haruslah halal dan thayyib tentunya. Ada ayatnya tuh, surat Al-Mu’minun ayat 51, “Hai para rasul, makanlah yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” jadi kita harus makan makanan yang halal. Kita makan makanan yang halal itu pasti ada manfaatnya, pertama adalah mendapat ridho dari Allah, kedua memiliki akhlak terpuji, dan yang ketiga terjaga kesehatannya.

Makan Dengan Tangan Kanan

Kita udah dibiasakan dari kecil, kalau makan dan minum pakai tangan kanan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian makan, makanlah dengan tangan kanan dan minumlah dengan tangan kanan, karena sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim). Jadi kalau kita makan atau minum pakai tangan kiri, berarti kita menyerupai apa dong? hiiii.

Jangan Berlebih-lebihan

Makan itu nggak boleh berlebih-lebihan lho. Kalau kita makan sampai rasanya mau gerak aja susah, itu pasti udah kekenyangan dan itu yang nggak baik buat kesehatan.

Jangan Makan Makanan yang Masih Panas

Makan makanan yang sangat panas ataupun sangat dingin itu nggak baik buat kesehatan. Lebih baik kita dinginkan dulu makanannya, ya minimal sampai jadi anget deh makanannya.


Makan dari yang Terdekat
Umar Ibnu Abi Salamah berkata, “Saya dulu adalah seorang bocah kecil yang ada dalam bimbingan (asuhan) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tangan saya (kalau makan) menjelajah semua bagian nampan. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam menegur saya, ‘Wahai bocah bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang terdekat denganmu.’ Maka demikian seterusnya cara makan saya setelah itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Nah, kalau yang satu ini agak sulit ya? Apa lagi kalau makanan yang paling enak itu ada paling jauh dari kita. Haduh, bikin gemes pengen ngambil aja. Tapi ya kita diajarin adab bagaimana makan yang baik itu, kalau ambil makanan sampai lompat-lompat kan nggak etis banget tuh.
Memungut Makanan yang Jatuh
Kadang kita kalau makan terus makanannya jatuh, pasti milih mending buang aja makannya tuh. Padahal Rasulullah mencontohkan, kalau makanan jatuh itu dipungut, kemudian dibersihkan, baru dimakan deh. Ada haditsnya nih, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika salah satu dari kalian makan lalu makanan tersebut jatuh, maka hendaklah ia memungutnya dan membuang kotorannya kemudian memakannya. Jangan ia biarkan makanan itu untuk setan.” (HR. At-Tirmidzi). Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk syukur kita kepada Allah atas makanan yang diberikan dan bentuk kepedulian kita terhadap fakir miskin.

Makan Dengan Tiga Jari

Sunahnya itu makan pakai tiga jari lho, jempo., telunjuk, sama jari tengah. Setelah selesai makan jangan lupa, jarinya dijilati. Ka’ab bin Malik berkata, “Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam makan dengan tiga jarinya. Apabila beliau telah selesai makan, beliau menjilatinya.” (HR. Muslim).

Tidak Bersandar


Kalau makan itu jangan bersandar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Aku tidak makan dengan bersandar.” (HR. Bukhari).

Apabila Ada Lalat

Kalau lalat jatuh ke dalam minuman apa yang biasa kita lakukan? Pasti langsung membuang minumannya kan? Padahal dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila lalat jatuh pada minuman salah seorang dari kalian maka hendaklah ia mencelupkan lalat tersebut kemudian barulah ia buang, sebab di salah satu sayapnya ada penyakit dan di sayap yang lain terdapat penawarnya.” (HR. Bukhari).

Dianjurkan Bicara Saat Makan

Saat makan, kita dianjurkan untuk berbicara, bukannya malah diem kayak robot. Ishaq bin Ibrahim berkata, “Pernah suatu saat aku makan dengan Abu ‘Abdillah (Imam Ahmad) dan sahabatnya. Kami semua diam dan beliau (Imam Ahmad) saat makan berkata, ‘Alhamdulillah wa bismillah’,kemudian beliau berkata, ‘Makan sambil memuji Allah Ta’ala adalah lebih baik dari pada makan sambil diam.’”.

Bersyukur Kepada Allah

Bersyukur itu sudah seharusnya kita lakukan karena nikmat yang didapatkan. Salah satu bentuk syukur bisa dengan lisan kita memuji Allah setelah makan (berdoa setelah makan).

Puji Makanan dan Jangan Mencela

Kita dianjurin buat memuji makanan dan nggak boleh buat mencelanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam nggak pernah mencela makanan sama sekali lho, bila beliau menyukainya maka makanan itu akan dimakan. Tapi kalau beliau nggak suka, maka beliau meninggalkannya, itu tadi hadits yang diriwayatkan oleh Muslim.

Makan Sambil Duduk

Kalau makan itu sambil duduk jangan berdiri! Biasanya kita diingatkan oleh orang tua saat kita makan atau minum sambil berdiri tuh. Memang makan sambil berdiri itu nggak enak dilihat, apa lagi buat kesehatan, tambah nggak baik lagi tuh.

(satujam.com)

Rasulullah Ajarkan Untuk Selalu Berpikir Positip





Positif Thinking,ya kita harus selalu tanamkan itu semua disetiap langkah kita dalam menjalani hidup ini,karena TAK ada yang sempurna selain Allah SWT. Sebagai manusia, tentu kita pernah berpikiran negatif yang akhirnya merusak aktivitas dan menjadi penyakit hati. Untuk itu teladani cara Rasulullah untuk selalu berpikiran positif berikut ini karena berpikiran positif juga merupakan sebaik-baiknya ibadah.
Optimisme adalah ibadah
"Berharap untuk yang baik juga merupakan ibadah kepada Allah" (HR Tirmidzi dan Hakim)
Selalu berprasangka baik kepada Allah SWT
Rasulullah telah bersabda; Allah berfirman: "Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada diri-Ku. Aku bersamanya setiap kali ia mengingat-Ku.” (Hadits Qudsi) 
Mengingat Allah membuat semuanya lebih ringan

"Siapa pun yang melakukan banyak Istighfar (meminta ampun), Allah akan memberikan dia jalan keluar dari setiap masalahnya, dan akan menyelesaikan semua masalah, dan akan memberikannya dengan mata pencaharian dari sumber yang tidak diketahui kepadanya" (okezone.com)

Adab Makan Muslim Harus Menggunakan Tangan Kanan,Mengapa Ya?




ISLAM bukan hanya agama yang mengajarkan tentang percaya kepada Tuhan, cara beribadah atau cara bersyukur, tapi juga mengajarkan banyak hal termasuk dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi dengan orang lain, cara bersikap hingga urusan sehari-hari seperti makan juga diatur dengan jelas.
Demikian juga untuk urusan makanan, minuman serta cara dan adab menyantapnya. Seluruh Muslim dianjurkan untuk makan menggunakan tangan kanan karena tangan ini dianggap lebih baik dan lebih mulia dibandingkan tangan kiri.
Nabi Muhammad SAW berkata “Hai anak muda, sebutlah nama Allah dan makanlah dengan tangan kanan serta ambillah makanan yang ada didekatmu” HR Al- Bukhari dan Muslim.
Tidak hanya untuk makan, Rasulullah juga menganjurkan untuk menggunakan tangan kanan ketika hendak melakukan pekerjaan yang bersih. Sementara tangan kiri hanya digunakan untuk melakukan pekerjaan kotor, misalnya membersihkan anggota tubuh usai ke toilet.
HR Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah melarang umatnya makan dan minum menggunakan tangan kiri. “Janganlah kamu makan dan minum menggunakan tangan kiri karena yang makan dan minum menggunakan tangan kiri hanyalah setan.”

Hal ini harus dilakukan bagi setiap orang yang memiliki tangan kanan dalam keadaan sehat dan sempurna. Lain ceritanya jika seseorang mengalami cedera, luka, sakit atau cacat di tangan kanannya, maka hal ini dimaklumkan.(okezone.com)