Recent Tube

Wisata

Berita Ekonomi

Favourite

Event

Culture

Gallery

Rupiah Terus Anjlok! Jokowi Siap-siap Turun Tahta


Presiden Joko Widodo mulai terlihat panik terhadap kondisi ekonomi Indonesia yang semakin memburuk. Buruknya kondisi ekonomi bisa berdampak pada persoalan sosial dan politik.

Pendapat itu disampaikan pengamat politik Muslim Arbi kepada intelijen (04/08). “Jokowi sudah mengakui pusing akibat nilai rupiah terus tergerus terhadap dollar. Padahal Jokowi pernah mengatakan, tak masalah karena bisa meningkatkan ekspor. Bisa jadi Jokowi mundur dari Presiden karena tak mampu mengelola Indonesia,” tegas Muslim Arbi.

Menurut Muslim, Jokowi mulai menyadari kondisi ekonomi yang melemah bisa mengakibatkan gangguan serius stabilitas politik. “Rakyat akan mengetahui kapasitas Jokowi yang sebenarnya, yaitu tidak bisa mengatasi masalah ekonomi. Ini yang membuat Jokowi pusing dan terus melakukan pencitraan dengan pembagian Kartu Sakti-nya,” ungkap Muslim.

Muslim mengingatkan, agar Jokowi mengubah kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat. “Bukan dengan bagi-bagi Kartu Sakti tetapi kebijakan yang berpihak pada rakyat dan ini efeknya bisa sampai seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Muslim.

Menyikapi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, Presiden Joko Widodo mengaku pusing . Melemahnya nilai tukar rupiah membuat pemerintah mesti bekerja ekstra keras untuk menjaga kestabilan ekonomi. “Saya yang pusing menjaga kondisi ini,” ujar Jokowi di pelabuhan peti kemas di Soekarno – Hatta Makassar (03/08). (intelejin.co.id)

Catatan Fahri Hamzah: Sri Mulyani Menampar Pemerintahan Lemah Jokowi


Catatan apik ini menjelaskan banyak hal betapa lemah dan tidak terkordinasinya pemerintahan Jokowi sehingga menggiring negara ini ke ambang kehancuran. Dan Srimulyani melakukan gebrakan yang membuat orang-orang di lingkaran jokowi gemetar ketakutan!

Akankah sosok Srimulyani menjadi agen perbaikan atas kerusakan yang dilakukan oleh pemerintah jokowi ataukah menjadi penyumbang kerusakan baru yang lebih parah?

  1. Dulu pernah ada menteri keuangan RI yang irit namanya Marie Muhammad...diplesetkan jadi Mari Menghemat...
  2. Marie Muhammad kesayangan Pak Harto karena bisa mendisiplinkan para pejabat yang boros...
  3. Tapi Marie (tulisannya Mar'ie) memang seorang akuntan. Makanya dia sangat teliti dengan neraca dan cashflow.
  4. Orang ini memang lurus dan tidak kompromi dan karena soal uang yang Pak Harto gak paham detil, beliau juga nurut.
  5. Sulit juga menyebut Pak Haryo gak detil sebab menurut cerita beliau sangat teliti soal uang.
  6. Soal pajak misalnya, Pak Harto punya jadwal memanggil Dirjen pajak khusus. Kadang tiap bulan.
  7. Dirjen pajak diajak dialog khusus. Lalu di tanya detil, "mas, sudah berapa uang masuk kita?", begitu kira2 Pak Harto nanya.
  8. Lalu Dirjen pajak menjawab dengan segala macam Kehati-hatian sebab yang dihadapi ini jenderal yang teliti.
  9. Lalu Pak Harto mengajukan pertanyaan kedua, "Apa yang saya perlu lakukan supaya pendapatan kita tambah banyak mas".
  10. Maka sang Dirjen menyampaikan apa yang diperlukan dari seorang preaiden yang begitu berkuasa. Masa itu.
  11. Dan menurut cerita banyak mantan pejabat orba, Pak Harto melakukan rekomendasi sang Dirjen segera.
  12. Pada masa sekarang, Presiden kadang tidak kenal siapa Dirjen Pajak.
  13. Jabatan Dirjen Pajak kadang kosong berbulan-bulan dan tidak ada perasaan urgen untuk diisi.
  14. Jangan2 Presiden gak tahu bahwa 70% pendapatan negara ini dalam APBN berasal dari pajak.
  15. Karena tiba2 Menteri Keuangan baru datang, dan mengkritik kebijakan pajak 2 tahun sebelumnya. Masa Presiden yg sama.
  16. Tiba2 Menkeu mengatakan perencanaan Anggaran pemerintah buruk, seperti menampar wajah Presiden dan DPR.
  17. Lalu, mengikuti Mar'ie Muhammad Ibu Menteri akan memotong anggaran Pemerintah cukup drastis dari 2 tahun sebelumnya. (133 Triliun)
  18. Terkait pajak, Keberanian Menkeu mengklaim bahwa shortfall (target pajak yang tidak akan tercapai -red) masih akan mencapai 219 Triliun, lebih mengejutkan.
  19. Karena dengan begitu dapat dikatakan bahwa betapa tidak kredibelnya target Pajak sebelumnya.
  20. Baru sepekan menjabat, ibu Menteri memaksa kita semua menelan pil pahit. #MariMenghemat
  21. Beliau juga mau merombak postur APBN-P 2016, sesuatu yg belum pernah terjadi sejak kita merdeka setahu saya. (Jadi nantinya akan ada APBN-P-P, dua kali perbaikan/P -red)
  22. Ini mungkin situasi luar biasa menurut Bu Ani. Agar publik dan pelaku pasar melihat ada kredibilitas fiskal.
  23. Saya kenal beliau sebagai murid selama bimbingan akademik hampir 5 tahun di FE UI, memang Blak-Blakan.
  24. Menurut beliau tekanan terhadap APBN TERLALU KUAT KARENA PENDAPATAN PAJAK DIPATOK TERLALU TINGGI.
  25. Saya yakin dengan keputusan tersebut, maka semua menteri, gubernur, dan bupati tidak ada yg bisa tenang. #MariMenghemat
  26. Setuju (dengan langkah -red) Menkeu tidak menunda masalah, sebab kalau ditunda bahkan bisa jadi bom waktu.
  27. Jangan sampai  Jd negara yg kini rakyatnya harus dijatah makannya, gara2 dulu tampil gaya, padahal uang di brangkas negara kering. (masih ingat omongan "Duitnya ada... Duitnya ada....")
  28. Tapi Menkeu jangan mengulang kesalahan lama. Teknokrat suka polos. Lupa politik ini liat.
  29. Sri Mulyani bukan Marie Muhammad dan Jokowi bukan Suharto. Zaman berubah.
  30. Inilah yang sering dilupakan kaum profesional bahwa sekarang bukan zaman Presiden kuat.
  31. Partai politik sekarang adalah penyusun kuasa dalam negara. Jokowi hasil pemilu bukan hasil kudeta.
  32. Hati-hati melangkah jangan terkesan mengerti semua hal. Karena demokrasi adalah soal konsensus.
  33. Dalam demokrasi, meskipun kita tahu bahwa kita benar tapi persetujuan pihak lain diwajibkan.
  34. Bu Menkeu jangan lupakan @DPR_RI sebagai pembuat UU, nanti jadi persoalan.
  35. Itu sekedar saran saya kepada Ibu Ani. Semoga niat baik mendapat sambutan baik.
  36. Btw soal bagaimana #MariMenghemat di @DPR_RI saya belum bahas ya.
  37. Insya Allah lain waktu.

*Dirangkum dari twit @Fahrihamzah (6/8/2016)

Sri Mulyani Membongkar Kebohongan Jokowi



Naikin BBM, sudah.. 
Cabut subsidi listrik dll, sudah.. 
Hutang kesana-kemari, sudah.. 
Tax amnesty, sudah..

Kok, APBN kita masih saja tekor.. Duitnya kemana..??

Republik ini hampir saja pailit dan bangkrut gara-gara "supir bis" nya salah hitung karena nggak becus ngurus Negara.. akhirnya Negara gagal fiskal..

Menteri Keuangan yang baru ini, kereen nih.. rasional, terukur, mampu dan berani menampar pemikiran ambisius yang tak jelas arahnya, yang selama ini dibangun hanya untuk pencitraan semata..

Menkeu Sri Mulyani Akan Pangkas Belanja Negara Rp133 T

Pemerintah akan kembali memangkas anggaran belanja negara untuk kedua kalinya pada tahun ini, yang kali ini direncanakan sebesar Rp133,8 triliun. Langkah ini diambil guna meredam pelebaran defisit menyusul tidak tercapainya target penerimaan perpajakan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, realisasi penerimaan perpajakan pada tahun ini akan meleset sekitar Rp219 triliun dari target Rp1.784,2 triliun di APBNP 2016.  Untuk menjaga kredibilitas APBN, ia mengusulkan agar anggaran belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) serta transfer ke daerah dikurangi.

(http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20160803201934-78-149065/menkeu-sri-mulyani-akan-pangkas-belanja-negara-rp133-t/)

Baca juga:

Usai Rapat dengan Jokowi, Sri Mulyani Ungkapkan Beratnya Kondisi Ekonomi
(http://finance.detik.com/read/2016/08/03/201945/3267994/4/usai-rapat-dengan-jokowi-sri-mulyani-ungkapkan-beratnya-kondisi-ekonomi)

Sri Mulyani selama ini memang terkenal sangat disiplin menjaga fiskal... siap-siap saja banyak proyek Jokowi yang bakalan "mangkrak"..

Akhirnya, Sri Mulyani membangunkan para "pemimpi" yang terkecoh dan di nina-bobokkan oleh bualan..

"Duitnya ada... Duitnya ada, yang penting kerja, kerja, kerja.."