Recent Tube

Wisata

Berita Ekonomi

Favourite

Event

Culture

Gallery

Makanan Sehat Yang Wajib Dikonsumi Ibu Menyusui


Untuk ibu yang baru saja melahirkan harus menyiapkan segala hal yang baik untuk sang buah hati, termasuk makanan untuk ibu menyusui. Pasalnya apa yang dimakan sang ibu tentu akan berpengaruh terhadap kualitas ASI yang nantinya diberikan untuk bayi. Oleh karena itu ibu menyusui wajib menjaga pola makan dan selalu memenuhi kebutuhan gizi harian. Selain itu ibu juga perlu mengonsumsi makanan untuk memperbanyak ASI di masa menyusui. Jangan sampai ASI sang ibu justru tidak keluar dan membuat si bayi terpaksa minum susu formula. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini kami akan membagikan sedikit informasi mengenai apa saja jenis makanan yang baik untuk ibu menyusui dan beberapa pantangan makanan untuk ibu menyusui.

Kebanyakan ibu mungkin berpikir setelah melahirkan adalah saatnya untuk berdiet dan mengembalikan bentuk tubuh seperti semula. Namun justru pada masa-masa setelah melahirkan sang ibu perlu memperbanyak asupan gizi supaya pemulihan bisa lebih cepat. Ibu wajib mengonsumsi makanan-makanan yang bisa meningkatkan energi. Kualitas ASI juga penting untuk diperhatikan. Jika asupan nutrisi tidak mencukupi, tubuh akan mengambil nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan dari simpanan di dalam tubuh Anda. Nah, supaya ibu tetap sehat dan kualitas ASI tetap terjaga, berikut kami berikan tips selengkapnya.

Makanan untuk Ibu Menyusui untuk Meningkatkan Kualitas ASI

Kualitas ASI perlu yang terbaik? Tentu saja, karena ketika bayi belum mengonsumsi makanan pendamping, ASI adalah makanan utama. Jadi semua nutrisi harus bisa terpenuhi dari ASI yang dikonsumsi oleh bayi. Nah, jika sang ibu tidak bisa menjaga kualitas air susunya, tentu akan berdampak pada bayi. Untuk itu cobalah Anda mengonsumsi beberapa jenis makanan untuk ibu menyusui berikut ini.

1. Susu Rendah Lemak
Meskipun disarankan untuk mengonsumsi susu, namun ibu disarankan untuk mengonsumsi susu dan makanan olahan susu lainnya yang rendah lemak. Susu memang menjadi salah satu makanan untuk memperbanyak ASI yang baik. Anda bisa mengonsumsi susu rendah lemak atau olahan susu lainnya seperti keju dan yogurt. Pastikan susu yang Anda konsumsi mengandung vitamin B, vitamin D, protein, dan kalsium. Paling tidak ibu disarankan untuk minum tiga cangkir susu setiap hari.
 
2. Daging Sapi Tanpa Lemak
Daging sapi tanpa lemak juga merupakan sebagai makanan ibu menyusui agar bayi cerdas. Jadi bagi Anda yang suka makan daging sapi, Anda tidak perlu khawatir dan mengurangi asupan daging sapi. Justru daging sapi ini bisa membantu ibu untuk memenuhi asupan harian protein dan vitamin B-12. Tapi ingat, usahakan mengonsumsi daging tanpa lemak. Daging sapi tanpa lemak ini diketahui juga banyak mengandung zat besi. Di mana zat besi sangat dibutuhkan oleh ibu yang baru melahirkan.
 
3. Ikan Salmon
Jenis ikan yang satu ini mungkin cukup sulit didapatkan di pasar-pasar tradisional, karena ikan salmon bukan ikan khas Indonesia. Tapi paling tidak ikan salmon ini merupakan jenis makanan untuk ibu menyusui yang bisa meningkatkan kualitas ASI. Ikan salmon ini memiliki kandungan DHA yang tinggi. DHA sendiri sangat penting dan diperlukan oleh bayi untuk tumbuh kembang sistem sarafnya. ASI memang sudah mengandung DHA, tapi supaya kualitas nutrisinya lebih tinggi, Anda bisa mendapatkan tambahan DHA dari makanan yang Anda konsumsi. Selain itu bagi ibu, DHA ini juga bermanfaat untuk memperbaiki mood.
 
4. Kacang-Kacangan
Makanan untuk memperbanyak ASI lainnya adalah kacang-kacangan, terutama kacang-kacangan yang berwarna gelap seperti kacang merah dan kacang hitam. Apa manfaatnya? Bagi Anda para ibu yang menjadi vegetarian, mungkin Anda sudah terbiasa mengonsumsi kedua jenis kacang tersebut. Ingat, tubuh ibu yang sedang menyusui membutuhkan asupan protein yang cukup. Bukan saja protein hewani, tetapi juga protein nabati yang bisa Anda dapatkan dari kacang-kacangan. Selain itu kacang-kacangan juga kaya akan zat besi.

5. Buah JerukMakanan untuk ibu menyusui memang tidak boleh dipilih sembarangan. Anda harus tahu terlebih dahulu kandungan apa saja yang ada pada makanan tersebut. Nah, bagi Anda para ibu yang baru saja melahirkan, Anda sangat membutuhkan asupan vitamin C yang cukup. Pasalnya kebutuhan vitamin C untuk ibu menyusui sebenarnya lebih banyak ketimbang ibu hamil. Jika Anda tidak suka makan buah jeruk secara langsung, Anda bisa membuat jeruknya menjadi jus.
 
6. Sayuran Berdaun Hijau
Banyak yang mengatakan sayuran berdaun hijau merupakan makanan ibu menyusui agar bayi cerdas. Memang benar adanya, karena kandungan gizi dan nutrisi yang ada pada sayuran berdaun hijau cukup tinggi. Sayur-sayuran tersebut memiliki kandungan vitamin A yang tinggi, di mana vitamin A memang sangat dibutuhkan oleh bayi. Selain itu Anda juga bisa mendapatkan tambahan kalsium, vitamin C, zat besi, dan antioksidan. Bagi ibu menyusui, disarankan untuk mengonsumsi sayuran hijau seperti kangkung, bayam dan brokoli.

Gejala Dan Penyebab Kanker Serviks


Kanker serviks ialah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Pada usia berapa pun, semua wanita bisa menderita kanker serviks. Tapi penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara seksual antara usia 30-45 tahun. Kanker serviks sangat jarang terjadi pada wanita berusia di bawah 25 tahun.
Pada tahap awal, kanker serviks biasanya tidak memiliki gejala. Gejala kanker serviks yang paling umum adalah pendarahan pada vagina yang terjadi setelah berhubungan seks, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause. Meski terjadi pendarahan, belum berarti Anda menderita kanker serviks. Untuk memastikan penyebab kondisi Anda, segera tanyakan kepada dokter. Jika dicurigai terdapat kanker serviks, rujukan menemui dokter spesialis akan diberikan.

Penderita Kanker Serviks di Indonesia

Menurut WHO, terdapat 490.000 perempuan di dunia terkena kanker serviks pada tiap tahunnya. Dan 80 persen di antaranya berada di negara-negara berkembang, salah satunya adalah Indonesia. Tiap satu menit muncul kasus baru dan tiap dua menit terdapat satu orang meninggal akibat kanker serviks. Jadi bisa disimpulkan bahwa kanker serviks adalah jenis kanker yang sering menyerang wanita.
Di Indonesia, pada tiap harinya, diperkirakan muncul 40-45 kasus baru dan sekitar 20-25 orang meninggal akibat kanker serviks. Berarti tiap bulan Indonesia kehilangan 600-750 perempuan akibat kanker serviks. Angka kematian kanker serviks di Indonesia tergolong tinggi dan sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan dalam diagnosis. Biasanya kanker sudah menyebar ke organ lain di dalam tubuh ketika seseorang memeriksakan kondisinya. Inilah penyebab pengobatan yang dilakukan menjadi makin sulit.

Human Papillomavirus sebagai Penyebab Utama Kanker Serviks

Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. HPV adalah kumpulan jenis virus yang menyebabkan kutil di tangan, kaki, dan alat kelamin. HPV sangat umum ditularkan melalui hubungan seks dan dapat menjadi penyebab munculnya kanker serviks. Ada banyak jenis HPV dan sebagian besar adalah virus yang tidak berbahaya. Tapi ada beberapa jenis HPV yang mengganggu sel-sel leher rahim untuk bisa berfungsi secara normal dan akhirnya bisa memicu kanker.
Dari banyaknya jenis HPV, ada dua jenis virus HPV yang paling berbahaya, yaitu HPV 16 dan HPV 18. Kedua jenis virus ini yang menyebabkan 70 persen kasus kanker serviks. Banyak wanita tidak menyadari telah terinfeksi karena HPV jenis ini tidak menimbulkan gejala. Penting untuk menyadari bahwa infeksi ini sering terjadi, meski banyak wanita yang terinfeksi tidak mengalami kanker.
Kondom bisa melindungi Anda dari HPV saat berhubungan seks, tapi tidak selalu sempurna dalam mencegah terjadinya infeksi. Saat terinfeksi HPV, sistem kekebalan tubuh wanita mencegah virus untuk melukai rahim, tapi pada sebagian wanita, virus HPV bisa bertahan selama bertahun-tahun. Hal ini mengakibatkan sel-sel yang berada di permukaan leher rahim berubah menjadi sel kanker.
Vaksin untuk mencegah infeksi HPV yang berisiko menyebabkan kanker sudah tersedia. Vaksinasi HPV yang saat ini ada adalah vaksin bivalen untuk HPV 16 dan 18 atau vaksin kuadrivalen untuk HPV 6, 11, 16 dan 18.

Pentingnya Langkah Screening untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Selama bertahun-tahun, dinding sel permukaan leher rahim mengalami banyak perubahan. Sel-sel ini bisa perlahan-lahan berubah menjadi kanker, tapi perubahan sel di leher rahim bisa dideteksi sejak dini. Pengobatan ketika sel-sel masih dalam tahap pra-kanker bisa dilakukan agar risiko terkena kanker serviks bisa berkurang.
Screening untuk kanker serviks juga dikenal dengan sebutan pap smear atau tes smear. Pap smear berguna untuk mendeteksi jika ada sel-sel yang abnormal yang berpotensi berubah menjadi sel kanker. Saat melakukan pap smear, sampel sel diambil dari leher rahim dan diperiksa di bawah mikroskop.
Screening serviks bukanlah tes untuk mendiagnosis kanker serviks. Tes ini berguna untuk memeriksa kesehatan sel-sel di leher rahim dan mendeteksi jika ada sel yang abnormal. Dengan deteksi dan pengangkatan sel-sel abnormal, kanker serviks dapat dicegah secara maksimal. Pada kebanyakan wanita, tes akan menunjukkan hasil yang normal. Tapi sekitar 5 persen tes menunjukkan adanya perubahan abnormal pada sel leher rahim.
Perubahan ini kebanyakan tidak berujung kepada kanker dan sel-sel abnormal mungkin bisa kembali normal dengan sendirinya. Tapi pada beberapa kasus tertentu, sel-sel yang bersifat abnormal perlu diangkat karena berpotensi berubah menjadi kanker.
Hasil tes smear yang abnormal tidak berarti seseorang menderita kanker serviks. Kebanyakan hasil abnormal disebabkan oleh infeksi atau adanya sel berisiko kanker yang bisa ditangani dengan mudah. Disarankan pada wanita yang telah aktif secara seksual dan berusia 25-49 tahun diperiksa tiap tiga tahun sekali. Sedangkan wanita berusia 50-64 tahun dapat diperiksa tiap lima tahun sekali. Hubungi dokter untuk mencari tahu lebih banyak tentang pemeriksaan ini.

Tingkat Stadium Menentukan Pengobatan Kanker Serviks

Pengobatan kanker serviks tergantung kepada beberapa faktor. Kanker serviks bisa diobati dengan cara operasi jika diagnosis dilakukan pada tingkat awal. Pada beberapa kasus, hanya serviks yang diangkat dan rahim bisa dibiarkan saja. Jika lebih lanjut, rahim perlu diangkat seluruhnya. Proses operasi untuk pengangkatan rahim disebut sebagai histerektomi.
Sedangkan radioterapi adalah langkah alternatif untuk kanker serviks stadium awal. Pada kasus tertentu, radioterapi juga dipakai berdampingan dengan operasi. Untuk kasus kanker serviks stadium lanjut, biasanya dirawat dengan metode kombinasi kemoterapi dan radioterapi. Beberapa penanganan bisa memiliki efek samping yang berat dan jangka panjang, termasuk di antaranya adalah menopause dini dan kemandulan.

Efek Samping Kanker dan Pengobatan

Komplikasi sering terjadi pada wanita yang menderita kanker serviks. Komplikasi bisa muncul sebagai akibat langsung dari kanker atau efek samping dari pengobatan yang dilakukan. Misalnya karena radioterapi, operasi, atau kemoterapi. Komplikasi dari kanker serviks adalah:
  • Komplikasi ringan: pendarahan kecil pada vagina dan/atau sering kencing.
  • Komplikasi berat: pendarahan yang parah dan bahkan gagal ginjal.

Harapan Hidup Penderita Kanker Serviks

Masa depan pengidap kanker serviks ditentukan oleh diagnosis stadium kanker serviks yang diterima. Stadium kanker serviks bertahap dari satu hingga empat yang menggambarkan tingkat perkembangan dan penyebaran kanker. Angka harapan bertahan hidup setidaknya lima tahun setelah didiagnosis kanker serviks, dikelompokkan ke dalam status stadium:
  • Stadium 1 – 80-99 persen
  • Stadium 2 – 60-90 persen
  • Stadium 3 – 30-50 persen
  • Stadium 4 – 20 persen
Tidak ada satu cara khusus untuk melakukan pencegahan terhadap kanker serviks. Tapi masih ada beberapa cara untuk mengurangi risiko terkena kanker ini.